Tampilkan postingan dengan label holiday. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label holiday. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Oktober 2017

Ndalem Natan - Natan House



Credit to : sandi julian kerabat jogja

udah tau belum tentang ndalem proyodranan ?? mari kita bahas bersama....

Ndalem Proyodranan atau sekarang lebih dikenal dengan nama Ndalem Natan.
Dibangun pada tahun 1857 oleh Proyodrana, seorang pengusaha saudagar kaya raya yang memiliki bank dan bisnis transportasi, mulai dari kereta hingga mobil.Kekayaan dan kedekatan dengan kerajaan memungkinkan sang pemilik mendirikan rumah mewah bergaya Jawa ini. Pembagian ruang terdiri dari pendapa, pringgitan, sentong tengah, sentong kiri dan kanan. Terdapat juga gandok kiri dan gandok kanan yang terdapat di bagian sayap rumah.Bagian belakang rumah juga masih terdapat beberapa ruang untuk dapur dan juga tempat untuk membatik. Sebenarnya terdapat pula bunker yang sekarang ini sudah ditutup cor beton.
Kemewahan bangunan ini ditopang gaya art nouveau.Kaca patri dengan gaya floral, garis-garis lengkung yang terdapat pada pintu, motif nanasan pada pilar yang terbuat dari kayu jati utuh. Berbagai piranti juga mengusung gaya yang sama, seperti meja-kursi dan lemari, teralis jendela dan bovenyang terbuat dari besi solid, plafon yang terbuat dari baja, porselin bermotif floral.
Dunia usaha sang pemilik terpatri jelas di berbagai sudut. Pada teralis terdapat ikon-ikon alat transportasi seperti kompas, jangkar, roda dan perahu yang bersatu memaparkan filofosi kehidupan.Kehidupan yang digambarkan pada sebuah perahu di tengah samudera tak bertepi, roda kehidupan yang selalu mengarah pada Sang Pencipta adalah beberapa makna yang bisa dilihat dari teralis jendela. Hebatnya lagi, material yang digunakan adalah besi solid.
Penjiwaan sebagai bagian dari masyarakat Mataram juga tampak dari kaca patri yang menghadirkan Gunung Merapi dan Laut Selatan. Guratan pada daun pintu pun tak luput dari visualisasi sarat makna. Permainan garis dengan ujung anak panah merujuk pada nama Allah, sisi utara dan selatan (representasi dari Gunung Merapi dan Laut Selatan) dan empat unsur kehidupan (api, air, tanah, udara). Sebuah percampuran budaya Islam Sufi dan Mataram Hindu.
Menurut cerita penduduk setempat dulu Ndalem Proyodranan sering dipakai sebagai tempat pertunjukan wayang kulit dan tarian tradisional (yang menurut saya semua rumah suku kalang memang sering menggelar acara kesenian di masing-masing rumah pribadi dan mungkin digelar secara bergantian mengingat desain rumah dan kekayaan mereka).
Sekarang Ndalem Proyodranan sudah dimiliki oleh bapak Nasir Tamara dan dipergunakan sebagai guest house yang bertemakan Royal Herritage...

Andong - Delman





Suasana di depan Stasiun Toegoe dan Malioboro tahun 1948 begitu ramainya, perhatikan andong2 itu, saat itu jumlah andong lebih banyak dibandingkan dengan mobil, sebab andong merupakan angkutan umum kala itu, dari zaman dulu sampai sekarang bentuknya tetap abadi tidak ada perubahan, sekarang ini andong menjadi salah satu ikon (ciri khas) kota Jogja, pernahkah kalian punya kenangan masa kanak2 dengan andong ini, biasanya yang saya lakukan "nggandul andong nang mburi" (naik andong gratis).

siapa yang suka naik andong ? adakah kenangan yang pernah dirasakan dengan andong di masa kecil ? Andong atau delman di yogyakarta masih lestasi untuk keliling wisata didaerah alun-alun dan malioboro. wajib naik nih !!! kalau didaerha lain sudah sangat jarang ya tapi di daerah brebes, tegal masih digunakan sebagai alternatif transportasi selain angkutan dan gojek yang sudah masuk daerah ini

naik andong itu enak. silir adem tenang dan lier-lier gimana gitu haha. budaya memang butuh dilestarikan. semoga dengan penataan dan pengelolaan yang benar. andong dapat menjadi daya tarik wisata baru disetiap daerah. 

Credit to : pambudi widodo kerabat jogja

Selasa, 28 Maret 2017

Sleman and the lost castle

Sleman Sembada punya wisata baru nih guys. Setelah sekian lama adem ayem karena hampir sebagaian besar daerah Sleman utara ditujukan untuk wisata minat khusus, akhirnya tahun 2017 ini ada sebuah wisata baru di Sleman. Awalnya spot wisata baru ini dijuluki Benteng Takeshi di Sleman karena bentuk bangunannya mirip Benteng Takeshi. Ada juga yang bilang Tembok Besar (Great Wall) China di Cangkringan. Namun ternyata spot wisata baru yang ngehits di instagram pekan ini bernama The Lost World Castle. Ya sesuai namanya. Lost World Castle ini merupakan kastil yang masih dalam proses pembangunan. Sudah cukup lama bangunan ini dibuat sekitar setahun yang lalu namun baru diketahui semenjak ada yang upload foto di instagram dan menjadi viral.

Karena lokasi The Lost World Castle ini berada di kaki Gunung Merapi view pemandangan di tempat ini begitu indah. Dari sini bisa menyaksikan kemegahan Gunung yang pernah bererupsi dahsyat 6 tahun silam. Nama The Lost World Castle sendiri berarti Dunia yang hilang. Pengelola seolah ingin menggambarkan kedahsyatan erupsi Gunung Merapi hingga bisa mengilangkan Desa Kepuharjo dan meratakannya. Bangunan mirip Tembok besar China di Sleman ini masih dalam proses pembangunan dan rencananya kan digunakan sebagai wahana edukasi.

Artefak artefak Erupsi merapi disajikan di sini, apalagi konstruksi bangunannya cukup unik dnegan menggunakan batu batuan besar sisa letusan gunung. So, tempat ini sangat cocok bagi kamu yang doyan foto narsis. Selain bisa berfoto seperti di Tembok Besar China, juga bisa berfoto dengan background gagahnya Gunung Merapi.
Selain mirip Benteng Takeshi, Bangunan ini juga mirip Tembok Besar China

Lokasi The Lost World Castle Sleman
Setelah kemunculan foto di instagram beberapa waktu lalu. Langsung banyak yang penasaran dan bertanya Tempat yang mirip Benteng Takeshi Sleman ini di mana? Lokasi The Lost World Castle sendiri sebenarnya cukup mudah ditemukan. Lokasinya cukup dekat dengan Merapi Golf atau sebelah selatan Kaliadem. Tepatnya berada di Dusun Petung, Kepuharjo, cangkringan Sleman. Untuk yang tanya rute The Lost World Castle, bisa lihat alamatnya di Google Maps
Rute Menuju The Lost World Castle Sleman
Namun bagi yang tidak memiliki smartphone android, atau masih bingung cara mengikuti Google Map, bisa ikuti rute jalan ke The Lost World Castle berikut ini ; Dari Jalan kaliurang menuju ke Kaliadem, kemudian melalui Jalan Bebeng - Dusun Petung dan cari Kopi Merapi. Setelah lewat Merapi Kopi masih ke Timur lagii dan akan terlihat Bangunan Besar mirip Benteng Takeshi dari kejauahan.
Untuk saat ini Tiket belum resmi masih berkisar rp15.000.

Grojogan Lepo : the hiden fairy like


Grojogan Lepo atau bernama lain Air Terjun Ledok Pokoh merupakan salah satu wisata air terjun yang cukup terkenal di kabupaten Bantul. Air terjun ini telah dibuka sejak dua tahun lalu atau sekitar tahun 2013. Saat ini mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke wisata air terjun ini dan ramai pengunjung pada akhir pekan. Kondisi Air Terjun Grojogan Lepo masih cukup alami dan memiliki beberapa tingkatan air terjun.
Air Terjun Grojogan Lepo yang berasal dari singkatan Ledok Pokoh terletak di dusun Pokoh 1, desa Dlingo, kecamatan Dlingo, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.
Lokasi Air Terjun Grojogan Lepo berada di wilayah kecamatan Dlingo kabupaten Bantul. Rute terdekat menuju ke Air Terjun grojogan Lepo dari pusat kota Yogyakarta melewati Jalan Imogiri Timur dari Terminal Giwangan hingga tiba pada sebuah pertigaan jalan di selatan Pasar Imogiri. Pilihlah jalan ke kiri kemudian ambil ke arah kanan menuju ke arah Kebun Buah Mangunan dan Dlingo. Dari persimpangan jalan di Mangunan ambil jalan ke arah pusat kecamatan Dlingo atau arah pasar Dlingo. Sebelum memasuki pasar ada jalan ke arah kanan dan ikuti papan petunjuk jalan menuju ke Air Terjun Grojogan Lepo.
Akses jalan dari pusat kota Yogyakarta hingga kota kecamatan Dlingo sudah diaspal baik dan lebar. Namun beberapa ratus meter memasuki jalan yang melewati perkampungan penduduk, kondisi jalan masih sempit dan sebagian masih berupa jalan cor semen. Pengunjung cukup mudah mengakses tempat ini dengan kendaraan roda empat atau kendaraan roda dua karena medannya tidak menyulitkan. Belum ada kendaraan umum menuju ke tempat ini kecuali menyewa ojek motor dari Imogiri.
Pembangunan fasilitas pendukung wisata di Air Terjun Grojogan Lepo belum sepenuhnya selesai dibangun karena dana yang turun diberikan bertahap setiap tahun dari pemerintah desa. Dana yang turun jumlahnya cukup sedikit sehingga menunda pengerjaan pembangunan.
Kendaraan pengunjung Air Terjun Grojogan Lepo dapat diparkir di area parkir yang telah disediakan oleh pengelola wisata. Area parkir yang ada menggunakan halaman rumah penduduk di sekitar kawasan air terjun. Petugas parkir cukup sigap mengatur kendaraan pengunjung agar terparkir dengan rapi dan area parkir dapat menampung banyak kendaraan karena terbatasnya area parkir. Penjagaan parkir dilakukan secara bergantian oleh masyarakat yang tergabung dalam pokdarwis atau kelompok sadar wisata.
Perjalanan menuju Air Terjun Grojogan Lepo dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak sejauh 100 meter. Sepanjang jalan dilalui cukup teduh dari sengatan sinar matahari karena banyak ditumbuhi pepohonan besar di sekeliling. Pepohanan yang mendominasi disekitar kawasan ini adalah pohon sengon dan pohon jati. Diharapkan pohon-pohon tersebut tidak ditebang dan sebaiknya malah ditambah untuk menambah suasana lebih sejuk. Tidak lama kemudian pengunjung tiba di pintu masuk Wisata Alam Air Terjun Grojogan Lepo.
Pengunjung Air Terjun Grojogan Lepo dipersilakan memberikan sumbangan seikhlasnya untuk pengelolaan wisata air terjun ini. Sumbangan berupa uang sebagai pengganti tiket masuk dimasukkan kedalam kotak sumbangan yang ada di pinggir jalan setapak. Hasil dari sumbangan tersebut digunakan untuk membangunan fasilitas pendukung wisata dan mensejahterakan masyarakat sekitar.
Rute :
dari Jogja - Jalan Imogiri Barat ke arah Mangunan - pertigaan kebun buah Mangunan ke arah pasar Dlingo - Dusun Pokoh - ikuti papan petunjuk Air Terjun Lepo

Tiket: gratis/sukarela buat pembangunan
Parkir : 
sepeda motor 3.000
Mobil 5.000



PAKUALAMAN: satu dari empat pilar


Kadipaten Pakualaman adalah salah satu dari empat Kerajaan Jawa (Praja Kejawen) yang tetap eksis sampai pada hari ini. Keempat kerajaan itu sama-sama berasal dari sebuah kerajaan yang pernah berjaya di hampir seantero pulau Jawa dan sebagian Kalimantan, yaitu Mataram Islam. Mataram yang didirikan oleh Panembahan Senopati (1575-1601) itu mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo (1613-1645).
Kasultanan Jogja dan Kasunanan Solo
Pada masa pemerintahan Paku Buwono II (1727-1749), Mataram berhasil dikuasai VOC (Belanda) Dengan Perjanjian Ponorogo pada tahun 1743, Belanda berhak atas daerah-daerah pelayaran dan perdagangan yang semula dikuasai Mataram. Kecuali itu, sistem pemerintahan Mataram (pengangkatan dan pemberhentian pepatih dalem dan para bupati) dikendalikan oleh Belanda. Sejak 11 Desember 1749, Mataram tidak lagi berdaulat secara de jure dan de facto karena PB II menyerahkan kedaulatannya kepada Belanda.
Namun, meruntuhkan Mataram tidak semudah membalikkan tangan. Seorang pangeran bernama Mangkubumi tidak terima dengan penyerahan kedaulatan dan sikap lemah PB II itu. Pada tanggal 19 Mei 1746, Pangeran Mangkubumi meninggalkan istana bersama 3 pangeran lainnya (P. Wijil, P. Krapyak, dan P. Hadiwijoyo). Mereka bergabung dengan Raden Mas Said (Pangeran Sambernyawa) untuk berperang melawan Belanda dan memberontak. Pangeran Mangkubumi dan kelompoknya berhasil merebut kembali Mataram dari kekuasaan Belanda. Pada tahun 1750, mereka mengepung ibukota Mataram dari 4 penjuru. Sampai pada tahun 1752, sebagian besar wilayah Mataram berhasil mereka kuasai.
Keberhasilan perjuangan Pangeran Mangkubumi itu menghasilkan sebuah perjanjian politik yang membuka lembaran baru sejarah Mataram. Pada tanggal 23 September 1754, Belanda bernegoisasi dengan P. Mangkubumi dan berjanji untuk memberi setengah dari kerajaan Mataram. Akhirnya, dibuatlah Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) yang merupakan kesepakatan bersama antara P. Magkubumi, Paku Buwono III (pengganti Paku Buwono II) dan Pemerintah Belanda (Gubernur Hartingh). Perjanjian Giyanti berisi ketetapan bahwa kerajaan Mataram dibagi menjadi dua. Setengahnya, yaitu Kasultanan Yogyakarta diberikan kepada P. Mangkubumi. Setengahnya lagi, yaitu Kasunanan Surakarta diberikan kepada Paku Buwono III. Dengan demikian Perjanjian Giyanti merupakan titik awal berdirinya kerajaan Kasultanan Yogyakarta (Ngayogyokarto Hadiningrat) dan Kasunanan Surakarta. P. Mangkubumi pun naik tahta menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono I.

credit : boyman wong jogjo

GUA KISKENDO - The Giant cave


kali ini kita berwisata ke gua yang berada dalam kawasan kulon progo, yaitu di gua kiskendo


Gua yang masih dianggap sebagai tempat keramat oleh masyarakat setempat ini terletak di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo.Menurut sebuah cerita gua keskindo merupakan tempat  tinggal Raksasa Mahesasura yang berkepala kerbau dan Lembusura yang berkepala sapi. 

Dalam kisah pewayangan, di tempat ini terjadi pertempuran antara Subali Sugriwa dengan Mahesasura dan patih Lembusura yang menghuni goa ini. Di dalam goa Kiskendo ini terdapat banyak stalaktit dan stalagmit yang aneh namun indah bentuknya.Di dalam goa ini mengalir sungai di bawah tanah.Dalam cerita pewayangan, terjadi pertempuran antara Subali dan Sugriwa dengan Mahesasuradan Lembusura,sampai sungai tersebut mengalirkan air berwarna merah dan putih.

lokasi Gua kiskendo sebenarnya sangat mudah.Apabila anda menggunaka kendaraan pribadi,dari tugu yogyakarta anda tinggal berjalan ke barat yaitu ke arah godean.Sampai dipasar godean,anda tinggal lurus terus ke arah barat hingga jalan mulai menanjak dan berkelok-kelok.Sesampainya di atas bukit sudah banyak terdapat plakat yang menuju gua kiskendo.

Wallahu a'lam "Dan Allah Lebih Tahu san selalu percaya Allah SWT.
Sugeng ndalu sugeng istirahat.


Selasa, 31 Maret 2015

Objek Wisata Guciku - Tegal

Objek wisata Guciku
Tegal

Daerah Tegal memang daerah yang mulai berkembang, banyak destinasi wisata dan tempat kuliner baru yang mulai berdiri dan menghiasi kota bahari ini, salah satunya adalah objek wisata guciku.

Dengan berlokasi tidak jauh dari portal tiket masuk ke daerah wisata guci dan ambil arah kanan saat tikungan. Disana nanti akan dipandu masuk kekawasan wisata ini.

Saat masuk sebenarnya agak penasaran juga, yah begitu masuk keren juga nih, waterboom + air hangat di fix jadi satu. Konsepnya menarik. Ada pool kolam bermain untuk segala usia, flying fox, permainan outbond air, sluncuran dll. Dengan sudah adanya cafetaria untuk yang lapar, kemudian terdapat hotel dan villa didalamnya menambahkan wisata ini cocok untuk wisata keluarga dan sejenak untuk berileksasi dari keseharian.

Mungkin menjadi salah satu objek wisata yang saya rekomendasikan untuk dikunjungi bila main ke tegal selain air terjun panas alami di guci yang sudah sangat terkenal.

Tips disini bawa makanan/cemilan sendiri biar lebih kenyang hhe. Kemudian nginep juga boleh tuh, jadi pagi hari bisa berenang dtemani angin yang sejuk

Paragraf terakhir. Ya tolong untuk pengurus perbanyak titik-titik tempat sampahnya biar lebih bersih dan nyaman
Selamat berwisata !!!

Dokumentasi :





Minggu, 29 Maret 2015

Sudut pandang dari rumah alm. mbah marijan Yogyakarta

Museum Kenangan Letusan Merapi
Yogyakarta 

Yogyakarta merupakan salah satu kota yang besar denga kekayaan budayanya. pada tahun 2010 merupakan tahun dimana gunung merapi meletuskan laharnya. dan ini menimbulkan hampir beberapa radius kilometer daerah tertutup abu merapi. letusan ini juga menimbulkan dampak kerusakan yang luar biasa, salah satu dampak yang terjadi adalah rusaknya infranstruktur dan jatuhnya korban jiwa. untuk mengenang kejadian tersebut dibangun museum kenangan mini di rumah almarhum mbah marijan

Almarhum mbah marijan sendiri merupakan juru kunci merapi yang gugur dalam amukan merapi kali ini, dan diteruskan oleh pak asih. putra almarhum.

Di lokasi ini juga telah di bangun kembali untuk menatap masa depan, kembali dibangunnya mushola, pendopo, dan tempat cindera mata / handicraft yang menambah pesona tempat ini.

Ada bebererapa cerita yang menarik yang diceritakan didaerah ini. Baik sebelum dan sesudah merapi mengamuk karena kuasa Allah SWT. Yang pertama adalah, bahwa sebenarnya secara mata batin merapi merupakan candi gaib terbesar yang ada di pulau jawa dengan kontruksi berundak-undak yang memiliki pemerintahan tersendiri. kemudian ada cerita lagi dimana dulu bungker yang saat kejadian memanggang beberapa korban yang berlindung didalamnya sebenarnya sudah dapat diprediksi oleh warga disana. hanya saja katanya saat perencanaan bungker tim pembuat tidak mengindahkan informasi dan anjuran masyarakat, mungkin dikarenakan dipihak pembangun merasa blue printnya sudah sangat tepat dibangun dilokasi tersebut. namun kini dapat kita lihat saat kejadian bungker tidak dapat melindungi warga yan berlindung disana (pelajaran bagi kita untuk mempertimbangkan pemikiran masyarakat saat akan membangun didaerah baru). kemudian ada cerita lagi dimana disaat kejadian ada 2 orang dari stasiun tv yang mengetahui akan meletusnya merapi dan langsung dengan mobil apvnya menuju kompleks mbah marijan dan sekitarnya untuk menyelamatkan warga, saat mobil meluncur pertama mereka selamat sampai titik aman, namun karena terpanggil mereka kembali naik keatas untuk menyelamatkan dan mencari orang yang tersisa, namun takdir Allah berkata lain kedua pahlawan ini gugur bersama yang lain setelah lahar dingin lebih dulu sampai didaerah itu. kemudian ada cerita lagi dimana memperlihatkan kecepatan aliran abu merapi, yaitu saat ada seseorang masyarakat menuju bagian hutan didalam merapi untuk mencari rumput disaat dia mendengar letusan dan melihat letusan merapi dia langsung berniat lari dan ketika melihat kembali untuk kedua kalinya beberapa detik kemudian wedhus gembel sudah melahap beberapa bagian gunung, beruntung angin saat itu membelokkan abu wedhus gembel kearah lain. saat kejadian itu mbah marijan juga tewas tergulung wedhus gembel yang sangat panas dalam posisi melakukan sujud kepada Allah SWT seraya berdoa untuk keselamatan masyarakat atas amukan merapi, mbah marijan sendiri menolak dievakuasi karena memutusan untuk bertahan dan berdo'a.

Dari museum mini ini, kita dapat mengerti bagaimana besar kuasa Allah SWT, dan sebagaimana dasyat letusan gunung merapi yang terjadi. baik saat menulis atau saat mengunjungi kesana saya pribadi masih saja terasa hawa sedih, histeris, dan cekaman yang terekam dalam kejadian terjadi.

-Wisata itu bukan hanya sekedar rekreasi, tapi juga mengambil pelajaran dari apa yang kita kunjungi-

Dokumentasi :







tribute to :

selamat jalan dan terimakasih mbah marijan


Pesan Simbah :


Happy Holiday !!!

Sabtu, 28 Maret 2015

Puncak Sikunir - Dieng

Puncak Si kunir
 Dieng

Dataran tinggi Dieng merupakan gugus dataran yang sangat indah, kompleks para dewa ini  merupakan bagian dari 3 wilayah yaitu Wonosobo, Tawangmangu dan banjarnegara. nah kali saya berkesempatan menuju puncak gunung si kunir yang memiliki 2.350 mdpl. 

Menurut saya, asik juga disini dengan hawa sejuk dan trek yang sudah diberi pengaman dan petunjuk jalur pendakian ini tergolong sedang, untuk mencapai puncak ga lama-lama amat ko perjalanannya, cuma 1 jam.

Banyak momen-momen yang bagus yang bisa kita abadikan disini, dari tengah perjalanan kita dapat melihat luasnya telaga cebong yang luar biasa. nah selain itu, yang menjadi primadona adalah golden moment sunrise si kunir, jarang yang dapat mendapatkan, karena cuaca sekarang sering hujan termasuk penulis juga telat naik gara-gara hujan besar ( -_-"), tapi tetep aja ko masih asik aja dikunjungi

Disini asik juga karena masyarakat yang sesama jalur naik dan turun kebanyakan ramah-ramah. 

Tipsnya pake sepatu / sandal gunung karena jalanan kebanyakan lumpur biar ga licin cyiin - hehe, kemudian ya bawa minuman + snack + kantung plastik buat bawa sampah kita, please bertanggungjawab sama alam itu gak rugi ko hehe. biar yang lain juga asik menikmati alam disini, kemudian untuk dapet sunrise biasanya banyak yang menginap dengan tenda (ya siapain aja alat menginap dengan baik) kalau saya dan teman-teman karena sudah sangat lelah kami memutuskan istirahat di penginapan. kalau mau tulis-tulis kata-kata di puncak jangan lupa untuk siapkan spidol ya hhe.

Paragraf terakhir, please jaga alam ya guys karena ada beberapa sampah yang hanya ditinggalkan di lokasi tidak dipungut kebawah. disitu kadang saya merasa sedih hehe

- liburan itu mendekatkan kita kepada alam, masyarakat, dan cinta ? - 

happy Holiday Guys

Dokumentasi : 







Jumat, 27 Maret 2015

Batu Alien di Yogyakarta

Batu Alien
Yogyakarta

Wisata batu alien terletak di bekas aliran sungai di bawah pemakaman almarhum mbah marijan di jalan kaliurang. Batu ini banyak dikunjungi wisatawan karena keunikannya dan ukurannya yang besar sehingga saat berfoto diatasnya menciptakan suatu sudut pandang baru.

Jalan ke arah pemakaman dan museum mbah marijan (akan diceritakan nanti tentang lokasi ini) cukup memiliki sudut derajat yang tinggi sehingga wisatawan harus berhati-hati menuju kesini, biasanya kalau sudah aga siang malah harus jalan kaki dari titik point kompleks motor off roads. Mau nyewa paket motor dan mobil menuju wisata disini juga bisa.

Dijalan arah pulang & berangkat banyak yang menawarkan souvenir dan makanan. Sehingga kita bisa beristirahat sejenak bila lelah.

Lokasi batu alien sendiri kebanyakan pasir, batu, dan kayu karena memang dulunya disini merupakan aliran lahar merapi yang menggunung. Dari arah ini pula bisa diakses kearah bungker merapi yang legendaris. Minta petunjuk warga saja arahnya.

Kalau cuaca cerah disini cukup nyaman, tipsnya berangkat pagi. Karena dari sini merapi akan terlihat sangat jelas, estimasi saya setelah jam 9-10 merapi sudah mulai tertutup kabut.

Buat paragraf terakhir, mungkin kembali lagi harus ditekankan kepada pengunjung jangan buang sampah sembarangan dan jangan corat-coret karena yang menikmati destinasi wisata dan bertafakur alam bukan anda saja. Jadi berbijaksanalah bersikap hihi… kan biar sama-sama nyaman.

-liburan gak harus mahal yang penting asik-

Dokumentasi :





Sunday Morning (SunMor - UGM) - Rekreasi Ekslusif harga ekonomis

Sunday Morning (SunMor - UGM)
Yogyakarta

Yogyakarta merupakan kota yang sangat istimewa, kota pelajar ini berjubel dalam kesehariannya rutinitas yang membuat penat atau pucink pala berbie haha.

Namun di Jogjakarta memiliki banyak destinasi wisata yang ciamik mulai dari pantai, goa, tempat makan, dan sebagainya. SunMor merupakan salah satu alternative hiburan yang digemari masyarakat disemua golongan pada hari minggu pagi. Ya, dengan harga murah, banyak pedagang mulai pedagang makanan sampai pernak-pernik kekampusan maupun fasion ala-ala mahasiswa banyak dijajakan.

Harga di SunMor juga tidak mahal-mahal amat, kita bisa kenyang makan jajanan plus jogging pagi plus mendapat hal-hal dan barang-barang baru sungguh pengalaman yang menarik.
Jangan salah bukan berarti karena SunMor di UGM hanya anak dan masyarakat daerah sana yang dapat berjualan. Kalau anda punya hal yang menarik kenapa tidak mencoba untuk menjual sesuatu disana ? tentunya udah ijin sama pengurus disana ya kalau lapak. Kalau mau buat kayak pake van atau mobil sih prinsipnya cepet-cepetan hehe. Apalagi bagi yang mau nge-Danus disini cocok banget coy !

Makanan yang ada di sunmor pun beragam : gudeg, kerak telor, sosis bakar, tempura, sushi, cilok dan keluarganya, risol mayo, es goreng heboh, bakso kawi, lontong sayur, kentang twister, ayam, dll (cari tau sendiri kebanyakan soalnya hhe)

Tipsnya kalau beli di sunmor tawar ! kecuali makanan dan minuman ya

Nah biasa di paragraf terakhir ada sedikit masukan hhe. Di SunMor itu, ya namanya hiburan rakyat ya pengamen dan pengemis lumayan banyak jadi saat makan terkadang untuk beberapa orang agak terganggu, belum lagi sissy sissynya yang gomreng hhe…. Dan yang terakhir minimnya post-post tempat sampah sehingga memaksa pengunjung membawa sampahnya atau membuang sembarangan. Jad setelah SunMor jangan heran kalau lewat sana banyak sampah sana-sini, untungnya ada petugas yang telah disiapkan untuk selalu membersihkan sampah-sampah yang ada. Tetapi tetep lebih baik kalau ada tempat sampah hhee. Must visit ! Yogya Istimewa.

Dokumentasi : 



Taman Pintar Yogyakarta - surganya ilmu pengetahuan

Taman Pintar
Yogyakarta

Semakin pintar anaknya semakin pintar negerinya, itulah pepatah terkenal yang saya ciptakan barusan ketika menulis artikel ini haha.

Taman pintar yang  berlokasi di dekat Titik 0 jogja, didepan gedung BI jogja ini menawarkan wisata yang sangat menarik bagi saintis disegala umur hehe. Banyak piranti dan sarana saint yang khusus diciptakan agar yang melihat (visual maupun motorik) dapat membuktikan fenomena fisika, biologi dan teman-temannya yang terjadi disekeliling kita dan dapat disederhanakan melalui logika.

Buat wisata keluarga dan sekolah SD/SMP cocok banget nih, ada banyak ruang spesifik sesuai keilmuannya. Ada ruangan jurasic yang banyak dinosaurusnya. Beneran dinosaurus lho whoaaa !!! kemudian ada rumah cermin, rumah gempa, game interaktif (nitendo wii), papan listrik, pengetahuan tentang planet, wahana air, wahana sejarah indonesia, ruang air, ruang tambang, ruang minyak, ruang energi, ruang ternak, rumah 4 dimensi dll. Kebayang ga berapa ilmu yang bisa kamu dapatkan disini ? serasa pintar deh kalo masuk sini hehe. Pokoknya kamu belum pinter sebelum pernah masuk sini hhe.

Masuknya ga mahal-mahal amat ko, dan itu dihitung per-ruang. Jadi bisa lebih hemat. Santai disalam sudah ada food court dan mushola jadi tenang barangkali menunggu anak yang sedang bermain hhe.
Bab terakhir biasa kritik saran. Kalau saran, ehm, biar lebih optimal ketika anak mengunjungi beberapa wahana lebih baik didampingi sehingga informasi dapat lebih dapat diserap si anak dari orang tua langsung selain itu juga bisa meminimalkan kerusakan alat yang disebabkan keingintahuan yang terlalu liar :D , oh iya ditambah petugas yang menjelaskan tiap wahana hehe.
Pokoknya seru banget deh disini. Must visit ya jangan lupa makan dulu …

Dokumentasi sewaktu saya dan Lem Fmipa UII berkesempatan bertamasya bersama anak-anak panti asuhan di dusun turgo melalui gerakan Gemota (gerakan mahasiswa orang tua Asuh) :






Selasa, 24 Maret 2015

Pantai Gesing Yogyakarta - Pantai diujung Gunung

Pantai (Gesing)
Yogyakarta - Wonosari

Yogyakarta memang never ending story banyak banget destinasi wisata yang ada didaerah ini yang bener-bener bikin buat betah tinggal di jogja !

Kali ini review saya adalah tentang pantai gesing. pada awalnya saya dan taslim berencana akan membeli tanah di daerah wonosari, setelah selesai urusan kami yang letih kemudian diajak beristirahat setelahnya untuk minum kelapa muda (langsung petik), + makan bakso sebelum diajak ngelihat pantai ini oleh penduduk daerah ini. 

Nah dipantai gesing ini terdapat banyak bongkahan batu karang juga siapa tau ada yang  mau koleksi buat aquarium dirumah dari pada beli diatas 40 ribu per-batu. hehe. tapi tipsnya  karangnya direndem di air rumah dulu 1 malem ya biar netralisir asinnya

Tempatnya ya lumayan asik, sayang banyak sampah dan kapal nlayan tidak teratur, tapi not bad lah.

- sering jalan, bisnis juga harus lancar-

 Dokumentasi  :





Minggu, 28 Desember 2014

Waduk Sermo dan Kali Biru

Waduk Sermo & Kali Biru

hellow netter, rasanya udah lama sekali ga posting reportase liburan lagi ya hehe. ya mau giman lagi lagi fokus skripsi, penelitian, les bahasa, dan proses menuju S2 hehe. aminin dong! maksa dikit hehe

kali ini saya masih menjelajah jogja, soalnya jogja is never ending story deh hehe. 
waduk sermo, sebuah waduk yang didirikan oleh bapak soeharto pada masanya dan naik sedikit menuju kali biru. waduk sermo sendiri merupakan waduk yang besar yang sangat epic! coba aja kesini kalau matahari terbit atau mau tenggelam pantulan sinarnya itu lho yang ga nguatin serasa bukan di Indonesia rasanya hehe. 

 gambar waduk sermo di waktu senja
gambar : waduk sermo


Nah diwaduk ini, dijam-jam kunjungan 08.00-sebelum ashar menyediakan kapal untuk berkeliling waduk, tenang ga begitu mahal kok ! hehe. waduk sermo berlokasi di bukit menoreh dusun sermo, desa hargowilis, kecamatan kokap, kanupaten kulon progo deket wates dan deket lokasi kkn ku dulu makanya hafal hehe.

Mau pake roda dua maupun roda 4 bisa banget, untuk jalannya menuju lokasi ada yang sudah halus dan masih batu gamping ya gamasalah lah ya tempat bagus emang susah dicari! hehe. lokasi kedua adalah kali biru, aku juga kira awalnya apa bagusnya liat kali/sungai warna biru ? kan yang namanya kali/sungai emang berwarna biru ?? tapi setelah sampai dengan kecurigaan kenapa liat sugai arah jalannya keatas, kecurigaan itu terbayar dengan 1 kata "WOW !!!" sayang saya waktu kesitu agak mendung jadinya kali abu-abu kali ya hehe.


gambar kali biru dari atas bukit

Nah kalau mau kekalibiru sarapan dulu deh ya. setelah naik kalau saya dari waduk sermo ikut jalan kecil keatas, mampir sholat dimushola dulu sebelumnya. ada juga jalan lain lewat sebelah kiri waduk sermo. nah setelah sampai ke pos parkir kita  naik lagi dengan sudut >45 derajat kayaknya jalan kaki ! hehe maknya sarapan dulu cuy, walaupun diatas juga ada warung2 gitu. nah setalah kita bayar karcis masuk kita jalan lurus terus keatas sampai akhirnya sampai wadur sermo tenang disini juga ada mushola, mess atau penginapan2 gitu untuk yang mau menginap, balai pertunjukkan (diwaktu2 tertentu) dan tempat jajan (sudah disebutin ko disebut lagi sih?? biar nambah penghasilan yang jual disana hehe) 

Gambar warung makan ada jual minuman dingin juga lho hehe

nah di kali biru kita bisa sekedar bersantai, ikut paket tantangan outdoor(flyingfox,dsb dengan biaya kalau ga salah 35.000) dan kalau hanya sekedar mau foto2 juga boleh dipapan setelah pijakan flying fox kalo gasalah juga 30.000 biayanya lupa-lupa ingat hehe




Ya gitu aja deh reportase liburan kali ini, sampai ketemu lagi di destinasi wisata yang lain diwaktu yang lain. atau ada yang mau ajak penulis liburan ? haha... eling lulus nak , eling... 


pokoknya wajib kesini minimal 1 x selama dijogja ya! hehe

-Dengan berwisata kita dapat menemukan hal-hal baru-

Happy Holiday